Belajar

SENI MUSIK

Ada yang bilang, Dengan Agama hidup jadi terarah, dengan Ilmu hidup jadi mudah, dengan seni hidup jadi Indah. Nah untuk menjadikan hidup jadi Indah tidak ada salahnya kita belajar tentang Seni, selain kita belajar agama dan Ilmu pengetahuan lainnya. Kali ini kita akan belajar Seni musik, yaitu bagaimana kita mengenal Chord yang ada pada Gitar dan Keyboard.Setelah faham yang tidak kalah pentingnya adalah memainkannya dan berlatih.

Apa itu Chord ?
Chord merupakan kesatuan bunyi dalam musik yang tiga not atau lebih. kombinasi jarak antar not (interval) menentukan nama chord bersangkutan. Chord yang berisi tiga nada disebut triad / trinada. Ada dua triad yang paling sering digunakan yaitu Major (berisi not 1, 3, 5) dan Minor (1, b3, 5) contoh chord C major hanya berisi C, E, G sedangkan C minor berisi C, D#, E. Bila triad dasar mendapat tambahan nada maka chord baru tersebut akan berubah nama sesuai dengan not yang ditambahkan.

dasar-bermain-gitar

MATEMATIKA

Rumus Bangun Ruang – Matematika

Rumus Kubus
– Volume : Sisi pertama dikali sisi kedua dikali sisi ketiga (S pangkat 3)

Rumus Balok
– Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi (p x l x t)

Rumus Bola
– Volume : phi dikali jari-jari dikali tinggi pangkat tiga kali 4/3 (4/3 x phi x r x t x t x t)
– Luas : phi dikali jari-jari kuadrat dikali empat (4 x phi x r x r)

Rumus Limas Segi Empat
– Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi dibagi tiga (p x l x t x 1/3)
– Luas : ((p + l) t) + (p x l)

Rumus Tabung
– Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi (phi x r2 x t)
– Luas : (phi x r x 2) x (t x r)

Rumus Kerucut
– Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi dibagi tiga (phi x r2 x t x 1/3)
– Luas : (phi x r) x (S x r)
– S : Sisi miring kerucut dari alas ke puncak (bukan tingi)

Rumus Prisma Segitiga Siku-siku
– Volume : alas segitiga kali tinggi segitiga kali tinggi prisma bagi dua (as x ts x tp x

Rumus Bujur Sangkar
Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang
– Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S) (AB + BC + CD + DA)
– Luas : Sisi dikali sisi (S x S)

Konversi Satuan Ukuran Berat, Panjang, Luas dan Isi

Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil :

km = Kilo Meter
hm = Hekto Meter
dam = Deka Meter
m = Meter
dm = Desi Meter
cm = Centi Meter
mm = Mili Meter

A. Konversi Satuan Ukuran Panjang
Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :

– 1 km sama dengan 10 hm
– 1 km sama dengan 1.000 m
– 1 km sama dengan 100.000 cm
– 1 km sama dengan 1.000.000 mm
– 1 m sama dengan 0,1 dam
– 1 m sama dengan 0,001 km
– 1 m sama dengan 10 dm
– 1 m sama dengan 1.000 mm

B. Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa
Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :

– 1 kg sama dengan 10 hg
– 1 kg sama dengan 1.000 g
– 1 kg sama dengan 100.000 cg
– 1 kg sama dengan 1.000.000 mg
– 1 g sama dengan 0,1 dag
– 1 g sama dengan 0,001 kg
– 1 g sama dengan 10 dg
– 1 g sama dengan 1.000 mg

C. Konversi Satuan Ukuran Luas
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).

– 1 km2 sama dengan 100 hm2
– 1 km2 sama dengan 1.000.000 m2
– 1 km2 sama dengan 10.000.000.000 cm2
– 1 km2 sama dengan 1.000.000.000.000 mm2
– 1 m2 sama dengan 0,01 dam2
– 1 m2 sama dengan 0,000001 km2
– 1 m2 sama dengan 100 dm2
– 1 m2 sama dengan 1.000.000 mm2

D. Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).

– 1 km3 sama dengan 1.000 hm3
– 1 km3 sama dengan 1.000.000.000 m3
– 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000 cm3
– 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000.000 mm3
– 1 m3 sama dengan 0,001 dam3
– 1 m3 sama dengan 0,000000001 km3
– 1 m3 sama dengan 1.000 dm3
– 1 m3 sama dengan 1.000.000.000 mm3

Cara Menghitung :
Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang berubah setiap naik atau turun tingkat/level.

Satuan Ukuran Lain :

A. Satuan Ukuran Panjang
– 1 inch / inchi / inc / inci = sama dengan = 25,4 mm
– 1 feet / ft / kaki = sama dengan = 12 inch = 0,3048 m
– 1 mile / mil = sama dengan = 5.280 feet = 1,6093 m
– 1 mil laut = sama dengan = 6.080 feet = 1,852 km

1 mikron = 0,000001 m
1 elo lama = 0,687 m
1 pal jawa = 1.506,943 m
1 pal sumatera = 1.851,85 m
1 acre = 4.840 yards2
1 cicero = 12 punt
1 cicero = 4,8108 mm
1 hektar = 2,471 acres
1 inchi = 2,45 cm

B. Satuan Ukuran Luas
– 1 hektar / ha / hekto are = sama dengan = 10.000 m2
– 1 are = sama dengan = 1 dm2
– 1 km2 = sama dengan = 100 hektar

C. Satuan Ukuran Volume / Isi
1 liter / litre = 1 dm3 = 0,001 m3

D. Satuan Ukuran Berat / Massa
– 1 kuintal / kwintal = sama dengan = 100 kg
– 1 ton = sama dengan = 1.000 kg
– 1 kg = sama dengan = 10 ons
– 1 kg = sama dengan = 2 pounds

 

SEJARAH

RADEN Masa Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, lahir pada 2 Mei 1889 di Jogjakarta. Ia berasal dari lingkungan keluarga keraton Jogjakarta. Usai menamatkan ELS atau Sekolah Dasar Belanda, ia meneruskan pelajarannya ke STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera.

 

Tapi tidak sampai tamat karena ia sakit. Namun ia tak putus arang. Ia lalu menulis pada berbagai surat kabar seperti “Sedyotomo, Midden Java, De Express dan Utusan Hindia”. Ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik di Budi Oetama. Ia juga pernah mendirikan sebuah partai politik bernama “Indische Partij” bersama tiga temannya yakni Dr Danudirdja Setyabudhi (FFE Douwes Dekker), dr Cipto Mangunkusumo dan Abdul Muis. Karena ditolak oleh pemerintah Belanda, maka mereka bertiga membentuk “Komite Bumiputera,” sebuah organisasi tandingan dari komite yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda.

Dengan itu, RM Suwardi membuat sebuah tulisan yang berjudul “Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda)” yang menyindir ketumpulan perasaan Belanda ketika menyuruh rakyat Indonesia untuk ikut merayakan pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Karena tulisan ini dianggap menghina pemerintah Belanda, maka Dr. Douwes Dekker pemilik koran “de Express” yang memuat tulisan tersebut. Mendapat hukuman pengasingan bersama dr Cipto Mangunkusumo dan teman-teman. Dari sinilah kemudian RM Suwardi banyak mendalami masalah pendidikan dan pengajaran di Belanda hingga mendapat sertifikasi di bidang ini.

Setelah pulang dari pengasingan, RM Suwardi bersama rekan-rekan seperjuangan mendirikan “Nationaal Onderwijs Instituut” atau Perguruan Nasional Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Perguruan itu bercorak nasional dan berusaha menanamkan rasa kebangsaan dalam jiwa anak didik. Pernyataan asas dari Taman Siswa berisi 7 pasal yang memperlihatkan bagaimana pendidikan itu diberikan, yaitu untuk menyiapkan rasa kebebasan dan tanggung jawab, agar anak-anak berkembang merdeka dan menjadi serasi, terikat erat kepada milik budaya sendiri sehingga terhindar dari pengaruh yang tidak baik dan tekanan dalam hubungan kolonial, seperti rasa rendah diri, ketakutan, keseganan dan peniruan yang membuta.

Selain itu anak-anak dididik menjadi putra tanah air yang setia dan bersemangat, untuk menanamkan rasa pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam pendidikan ini nilai rohani lebih tinggi dari nilai jasmani. Pada tahun 1930 asas-asas ini dijadikan konsepsi aliran budaya, terutama berhubungan dengan polemik budaya dengan “Pujangga Baru”. Selain mencurahkan dalam dunia pendidikan secara nyata di Tamansiswa, RM Suwardi juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisan-tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan. Tulisannya yang berisi konsep-konsep pendidikan dan kebudayaan yang berwawasan kebangsaan jumlahnya mencapai ratusan buah. Melalui konsep-konsep itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Pemerintah Belanda merintangi perjuangannya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi beliau dengan gigih memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu dapat dicabut. Saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Suwardi Suyaningrat berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara, dan semenjak saat itu beliau tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya beliau dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. (bm-4/Sekolah Online Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: